30 Juni 1973 menjadi hari penting untuk pesawat supersonik Concorde 001 menangkap gerhana matahari. Misi ini melibatkan kerja sama antara peneliti Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat menuju Afrika Utara. Perjalanan mereka dimulai dari Pulau Las Palmas dan mengikuti jejak gerhana di Mauritania, Afrika Barat. Apa saja yang mereka lakukan dari dalam pesawat? Mengapa ekspedisi menggunakan pesawat supersonik Concorde 001? Apakah ada misi serupa setelah tahun 1973? Selengkapnya dalam artikel berikut
Apa Saja yang Bisa Kita Pelajari dari Gerhana Matahari?
Tahukah kamu tentang lensa gravitasi? Pada dasarnya sama seperti konsep lensa yang umum dipelajari di sekolah. Lensa ini digunakan untuk mengamati posisi bintang yang terletak di belakang matahari ketika terjadi gerhana matahari total. Lalu mengapa pengukuran harus dilakukan saat gerhana? Hal ini karena matahari di tata surya kita merupakan salah satu bintang terbesar, sehingga cahayanya menutupi bintang lainnya. Ketika terjadi gerhana, para peneliti akan mengukur ulang posisi bintang, apakah posisi bintang berubah dari posisi koordinat yang sudah ada. Perubahan posisi bintang ini dapat diukur jika terjadi pembelokan cahaya dari bintang saat melewati matahari akibat medan gravitasi.
Perhatikan perbedaan antara gerhana matahari dengan fenomena konjungsi. Jika konjungsi terjadi akibat bulan dan matahari berada pada satu bidang bujur bumi. Sedangkan gerhana matahari terjadi akibat bulan dan matahari yang berada pada satu bidang bujur bumi sekaligus satu garis lurus dengan bumi. Definisi “berada dalam satu garis” ini sering disebut sebagai terminologi sygyzy dalam Bahasa Yunani yang artinya “terhubung bersama”. Meskipun begitu, baik konjungsi maupun gerhana matahari digunakan sebagai penanggalan awal 1 bulan Hijriyah.
Tak hanya itu, menurut Rinto Anugraha NQZ–professor Fisika FMIPA UGM, fenomena gerhana matahari berperan penting dalam pengujian teori relativitas umum Albert Einstein oleh Arthur Eddington tahun 1919. Pengujian ini 54 tahun lebih dulu dibandingkan ekspedisi Concorde Eclipse Flight tahun 1973.
Sebelum penerbangan ekspedisi ini dilakukan, ada seorang businessman brilian yang mendesain instrumen berupa tasimeter. Ia membuat tasimeter untuk menangkap energi yang dihasilkan oleh sinar inframerah. Tesimeter meneruskan sinar inframerah ke papan grafit yang terpasang vertikal, kemudian dipanaskan. Perubahan resistansi inilah yang akhirnya diukur. Dia adalah Thomas Edison, karena alat ciptaannya akhirnya dia bergabung dengan asosiasi astronot di Rawlins, Wyoming.
Concorde 001 : Pesawat Supersonik Kolaborasi Antara Prancis dengan Kerajaan Inggris
Tahukah kamu, penerbangan Concorde pertama kali dilakukan pada tahun 1969? Penerbangan ini merupakan uji coba setelah ambisi internasional untuk menciptakan prototipe Concorde 001 akhirnya membuahkan hasil. Pada awalnya, merancang sebuah pesawat penumpang supersonik tidaklah mudah. Untuk desain sayapnya sendiri mempertimbangkan studi aerodinamis secara mendetail. Studi ini dilakukan oleh ONERA di Aerospace Lab, Prancis menggunakan model komputasi.
Kemudian pesawat Concorde 001 berhasil lepas landas dengan beberapa peneliti di dalamnya. Termasuk Professor Donald Lienbenberg dari Departemen Fisika dan Astronomi, Universitas Clemson. Tentu ini menjadi pengalaman berharga untuk mengamati gerhana dalam kecepatan dan ketinggian paling tinggi. Menurutnya, terbang dengan ketinggian 60.000 kaki memungkinkan ia untuk mendapatkan data corona dengan lebih tepat. Hal ini karena korona dapat diamati pada luar angkasa yang berwarna keunguan, kegelapan yang pekat juga membuat lapisan korona yang berwarna putih akan terlihat kontras.
Concorde Flight Eclipse 1973
Untuk pengamatan di atas permukaan bumi, kita dapat memperkiraan lama waktu terjadinya gerhana matahari. Dengan mempertimbangkan faktor diameter bulan, diameter matahari, kecepatan bulan mengelilingi bumi, kecepatan rotasi bumi, jarak bulan dengan bumi, serta jarak bumi dengan matahari. Namun waktu terjadinya gerhana yang bisa diamati tentulah sebentar, hanya dalam beberapa menit saja. Jadi, untuk apa peneliti melakukan pengejaran gerhana dan masuk ke dalam lintasan gerhana menggunakan pesawat supersonik tipe Concorde 001?
Awal mulanya para astronaut penasaran dengan rahasia yang disimpan oleh bintang terbesar dalam tata surya kita yaitu matahari. Pada saat itu, baik pria maupun wanita, semua bermimpi bisa mempunyai mesin canggih super cepat yang akan membawa mereka jauh di atas ketinggian permukaan bumi. Mimpi ini muncul terinspirasi dari perjalanan luar angkasa yang dilakukan oleh Yuri Gagarin (1961) dan Neil Amstrong (1969).
Ini menjadi sejarah pertama observasi yang pernah dilakukan manusia meliputi emisi sinar inframerah oleh corona, misteri solar halo, dan juga observasi mengenai gerhana itu sendiri. Dengan pesawat Concorde 001 ini maka para peneliti dapat terbang tinggi ke lapisan stratosfer untuk melihat bintang.
Hingga pada akhirnya penerbangan penelitian pertama bisa dilakukan pada tahun 1973 dari Paris menuju Dakar selama 2 jam 35 menit. Dengan total waktu terjadinya gerhana selama 74 menit. Tentu saja ini menjadi pengejaran terlama untuk gerhana total dalam sejarah umat manusia. Lalu wilayah geografi mana saja yang (intinya dapat melihat) gerhana matahari ini?
- Gerhana Matahari Sebagian : Amerika Selatan, Eropa Selatan (Mediterania), Afrika, Timur Tengah
- Gerhana Matahari Total : Guyana, Suriname, Mauritania, Mali, Niger, Chad, Sudan, Uganda, Kenya
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat gambar lintasan gerhana yang rilis pada 30 Juni 1973 ini
Misi Serupa Setelah Concorde Flight Tahun 1973
Setelah pengejaran bayangan bulan tahun 1973, tentu membuat publik heboh. Sehingga pada tahun 1999, dibuat jadwal penerbangan khusus untuk melihat proses terjadinya gerhana dari balik jendela pesawat. Sesaat sebelum gerhana terjadi, kru pesawat memberikan pengumuman pada penumpang untuk melihat ke arah jendela. Dokumentasi kejadian ini bisa kamu cari di channel youtube AP Archive dengan judul “SOLAR ECLIPSE VIEWED FROM CONCORDE”. Kemudian selanjutnya hanya berupa penerbangan-penerbangan komersial yang bersamaan dengan waktu terjadinya gerhana.
| Penerbangan saat Terjadi Gerhana Matahari | Tahun Penerbangan |
| Penerbangan khusus untuk melihat gerhana dari dalam pesawat concorde | 1999 |
| Penerbangan komersial Nordivia - Regional Airlines | 20 Maret 2015 |
| Penerbangan komersial Alaska Airlines dengan rute Anchorage menuju Holulu | 8 Maret 2016 |
Kesimpulan
Pada dasarnya, penerbangan pada tanggal 2 Maret 1973 merupakan penerbangan luar biasa karena penerbangan ini bertujuan untuk mengejar gerhana matahari. Penggunaan pesawat supersonik Concorde 001 bukan hanya untuk memperpanjang waktu pengamatan gerhana. Melainkan juga mengikuti lintasan terjadinya gerhana serta mengamati korona dan kromosfer. Penerbangan ini menjadi bukti sejarah bahwa kolaborasi antara sains dengan teknik menghasilkan pengalaman dan teknologi yang luar biasa.
Referensi
Léna, Pierre. 2014. Racing the Moon’s Shadow with Concorde 001. Paris. Springer
Abdullah, Mikrajuddin. 2016. Diktat Fisika Dasar 1. Bandung. Institut Teknologi Bandung
BRIN. (2025, 7 Oktober). Hadirkan Edukasi Publik, BRIN Angkat Fenomena Gerhana Matahari dalam Perspektif Jean Meeus. Diakses pada 09/01/2026, dari https://www.brin.go.id/news/125102/hadirkan-edukasi-publik-brin-angkat-fenomena-gerhana-matahari-dalam-perspektif-jean-meeus
Boscha. 2023. Ragam Gerhana Matahari. Diakses pada 09/01/2026, dari https://bosscha.itb.ac.id/id/gmt2023/serba-serbi-gerhana/ragam-gerhana-matahari/
Dokumentasi “SOLAR ECLIPSE VIEWED FROM CONCORDE” (https://youtu.be/Y-L0eRgzxE0?si=80vOaaXEkgqLQo2Z, diakses 16/01/2026)
Dokumentasi penumpang Nordavia - Regional Airlines 20 Maret 2015. Diakses pada 15/01/2026, dari https://youtu.be/CEV3Dtn10BI?si=cz_Ru3JFzqDNqLBT
Kredit Gambar
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sud_Aviation_Concorde_001_%E2%80%98F-WTSS%E2%80%99_(53432017359).jpg#mw-jump-to-license. Aviation Concorde 001
Public Domain. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:PSM_V14_D153_Cutaway_view_of_the_aerophone.jpg#mw-jump-to-license. Popular Science Monthly Volume 14
https://dewesoft.com/blog/concorde-development-and-testing. Foto oleh Frederic Beniada dan Michel Fraile
Public Domain. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:SE1973Jun30T.png#mw-jump-to-license. Eclipse Predictions by Fred Espenak, NASA's GSFC